Kritik-kritik Terhadap Tasawuf: Menjelajahi Perspektif yang Berbeda

Assalamualaikum Sobat Medantara,Berbicara tentang Tasawuf atau sufisme, kita pasti tak bisa dipisahkan dari beragam kritik yang muncul terhadapnya. Sufisme yang kerap diidentikkan dengan spiritualitas dalam Islam, memang tak lepas dari pandangan kritis. Namun, sejauh mana kritik-kritik tersebut benar atau hanya berdasarkan persepsi yang keliru? Mari kita menjelajahi perspektif berbeda mengenai kritik-kritik terhadap Tasawuf.

Kritik terhadap Tasawuf sebagai Bid’ah

Salah satu kritik yang sering muncul terhadap tasawuf adalah bahwa praktik-praktiknya diidentikkan sebagai bid’ah atau perbuatan yang tidak dikenal dalam syariat Islam. Beberapa golongan menyatakan bahwa tasawuf memiliki praktek-praktek yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Sebagai contoh, mereka menyoroti praktik sufi seperti dzikir, tasauf, puasa, dan langsung terhubung dengan Tuhan.Namun, kritik ini menjadi kontroversial karena cenderung menganggap bahwa praktik-praktik tasawuf tidak memiliki landasan dalam Al-Quran dan Hadis. Padahal, dalam sejarah perkembangan Islam, tasawuf bukanlah hal yang baru, namun sudah ada sejak era klasik Islam. Sebelum menyatakan sesuatu sebagai bid’ah, sebaiknya mencari tahu dulu sejarah pengembangan suatu praktek.

Kritik terhadap Tasawuf sebagai Penyebab Kelalaian terhadap Agama

Kritik lain terhadap tasawuf adalah bahwa pengamalnya cenderung melepaskan diri dari ajaran-ajaran dasar Islam dan bersikap acuh tak acuh terhadap ilmu-ilmu keislaman. Sebagian orang percaya bahwa tasawuf cenderung menitikberatkan pada aspek spiritualitas saja dan mengabaikan aspek-aspek kaidah agama yang ketat.Namun, kritik ini terkesan tidak tepat karena tidak mempertimbangkan bahwa umat Islam yang mempraktekkan tasawuf juga termasuk orang yang dengan tekun memperdalam ilmu agama Islam. Selain itu, tasawuf secara esensial adalah seni kehidupan yang tidak lepas dari ajaran rasulullah dan hukum hakikat yang tercantum dalam Al-Quran dan Hadis.

Kritik terhadap Tasawuf sebagai Pemecah Belah Umat Islam

Kritik yang seringkali muncul selanjutnya adalah bahwa tasawuf menjadi aliran pemecah belah umat Islam. Beberapa orang merasa bahwa tasawuf seringkali memisahkan pengamalnya dari masyarakat umat Islam secara keseluruhan, dengan cenderung bersikap eksklusif dan menganggap dirinya lebih unggul di atas orang lain yang tidak mempraktekkan tasawuf.Namun, kritik ini terkesan kurang adil karena tidak mempertimbangkan bahwa tasawuf adalah tradisi spiritual Islam yang menawarkan jalan keinsyafan bagi pengamalnya. Dan, bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan pada setiap orang. Selain itu, tradisi tasawuf sendiri memiliki sisi yang terbuka dan inklusif, sejalan dengan ajaran Islam yang satu dan universal.

Kritik terhadap Tasawuf sebagai Penghayat Syariat yang Sesat

Kritik berikutnya yang sering dilontarkan terhadap tasawuf adalah bahwa penghayatannya terhadap syariat yang dirumuskan Islam dianggap menyesatkan. Beberapa pengkritik berpendapat bahwa tasawuf seringkali menyembah figur spiritual tertentu, menyalahi ridha Allah, dan tak lepas dari hal-hal yang haram.Namun, kritik ini kurang tepat karena tidak mempertimbangkan bahwa tasawuf sebenarnya memiliki pemahaman terhadap syariat Islam yang sangat dalam. Setiap pengamalnya disarankan untuk membaca dan memahami Al-Quran dan hukum hakikat yang terkait dengan penghayatan spiritual. Selain itu, tasawuf berpegang pada lima pilar Islam sebagai tumpuan rohani.

Kritik terhadap Tasawuf sebagai Agama Alternatif

Kritik yang seringkali muncul terakhir adalah bahwa tasawuf dipandang sebagai agama alternatif atau bahkan agama baru yang berdiri di luar Islam. Beberapa orang berpendapat bahwa pengamal tasawuf lebih cenderung mengambil kesimpulan sendiri dalam menafsirkan ajaran Islam tanpa berdasarkan dukungan ilmiah yang kuat.Namun, kritik ini terkesan lebay dan tidak adil. Karena sebenarnya tasawuf adalah bagian integral dari ajaran Islam yang sudah ada dalam sejarah perkembangan Islam. Tasawuf bukanlah agama baru yang mengambang di luar Islam. Justru, tasawuf adalah cabang dari Islam yang kental dengan nilai-nilai kesucian dan hati nurani.Sobat Medantara, melihat dari sekian banyak kritik yang beredar tentang tasawuf, sebenarnya banyak di antaranya yang keliru dan tidak beralasan. Kita patut mempertimbangkan bahwa tasawuf adalah tradisi spiritual Islam yang memiliki pandangan yang tegas, merawat jiwa, dan hati. Sebuah aliran di dalam Islam yang memiliki manfaat tak ternilai bagi umat Islam yang menjadi pengamal di dalamnya.Terlepas dari pandangan kritis yang ada, bagaimana menurut Sobat Medantara mengenai Tasawuf? Mari saling menghargai dan belajar dari kritik-kritiknya sehingga dapat memberikan perspektif yang lebih luas. Salam hangat, dan sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *